Games

BUSER PRESS Media Cetak Dan Online Hukum & Keadilan DITERBITKAN OLEH: Yayasan pers bercahaya BADAN HUKUM: Akta Notaris(AN).No.70 Tgl 02-06-2009.PPN NO.109 Tgl 04-09-2009. ALAMAT REDAKSI: Kantor Pusat : JL.Malino km 5 BTN Mawang Asri Blok AD 2 No.04- GOWA (MAKASSAR)SUL-SEL CONTACK PERSON: 085341490168 Dan Untuk Pasang Iklan Online Hubungi/WhatsApp 083139958999

Selasa, 01 Mei 2018

KKN UIN Alauddin Angkatan 58 Gelar Gren Posda Di Desa Congko

Kab.Soppeng - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Menggelar Gren Pekan Olahraga Seni dan Dakwah (Gren Posda) Di Lapangan Sepak Bola Congko, Kecamatan Marioriwawo Dengan Berkolaborasi Anak Karang taruna Desa Congko

Kades Congko (Muhammad Jafar, S.sos) Bersama Mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan 58

Dan Atas Penunjukan Langsung Dari Bapak Camat Marioriwawo (Hadi Indrajaya, S.Ip) Desa Congko Jadi Tuan Rumah. Sehingga Amanah ini Kami Harus Bertanggun Jawab Sepenuhnya Demi Suksesnya Acara Tersebut.Ungkapnya Kades Congko (Muhammad Jafar, S.sos) Kepada Media ini

Kades Congko (Muhammad Jafar, S.sos) Bersama Mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan 58 Serta Anak Karang taruna Desa Congko

Dalam Hal ini Jadwal Pelaksanaan Dimulai Pada Tanggal 26 April 2018 Sampai Tanggal 01 Mei 2018 Dan Pertandingan ini Antar Desa Dengan Kelurahan Sekecamatan Marioriwawo.


(Tim Buser Pess)

Selasa, 06 Februari 2018

Selamat Hari Jadi Ke-2 Pemekaran Mahalona Raya



Kab.Luwu Timur - Dengan semangat luwu timur terkemuka hari jadi mahalona raya momentum pengembangan kawasan pedesaan menuju penguatan kemandirian desa

Hari Jadi 5 Desa Yang Disingkat Dengan Sebutan Mahalona Raya Dihadiri Oleh Bupati luwu timur  ir.'H. Toriq husler,  Wakil Bupati Luwu Timur Irwan Syam,st Ketua DPRD Luwu Timur Amran Syam, SH, Kapolres Luwu Timur , Dandim Palopo Dan Jajaran Staf Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur Dalam Sambutannya Mengatakan Bahwa Mahalona Raya ini Kaya Dengan Hasil Pertanian Utamanya Padi Dan Lada (Merica) Berbicara Soal Persawahan Di Mahalona Raya tentu daerah ini sangat berpotensi yakni kurang lebih 3000 Ha Yang bisa dijadikan Persawahan, Mengingat Potensi Yang Dimiliki Kelima Desa Yang Ada Di Mahalona Raya. Olehnya Itu Mahalona Raya Mendapat Perhatian Khusus, Untuk Tahun 2018 ini Mendapat Bantuan Dana Sebanyak 19 Milyar Untuk Perbaikan Jalan, Selain itu Bantuan Berupa Mesin Pemotong Padi Juga Akan Diberikan Ke Mahalona Raya. Tuturnya Lebih Lanjut.


(Tim Buser Press)


Jumat, 12 Januari 2018

Uang Penaik Mahal" Beginilah Jadinya

http://nimbleinity.com/7Nqu
 Foto: Nokis & Musriani
Klip Foto Untuk Melihat Videonya
Sengkang - Di hari Acara Pengantin Nokis Dengan Musriani  Rabu, 10 Januari 2018 Yang Bertempat Jl.Serikaya Kec.Tempe Kota Sengkang Kab.Wajo Tak Disangka Membuat Perhatian Kepada Tamu Yang Menghadiri Acara ini Bahkan Sampai Kemedia Sosial Utamanya Group Facebook.

Yang Mana Dari Pihak Mempelai (Nokis) Memeluk Mantan Kekasihnya ( Novianti ) Saat Menyanyikan Lagu Balo Lipa.
Novianti Kaget Dalam Hal ini" Karna Tujuan Menhadiri Acara Pengantin Nokis Untuk Menghargai Undangan Orang Tua Pihak Mempelai, Yang Sangat Menginginkan Kehadiranya.

Oleh Karena Itu Dengan Mempererat Silahturahmi Dan Menjaga Kesalahpahaman, Saya Pribadi Tetap Seperti Biasa Bahkan Sampai Membawakan Lagu Balolipa Dan Tak Sedikitpun Niat Untuk Menghancurkan Hubungan/Acara Kedua Mempelai.

Selain Itu Saya Akui (Novianti) Bahwa Sebelumya Dari Pihak Mempelai (Nokis) Pernah Melamar Namun Uang Penaik Yang Diberikan Terlalu Tinggi Disebabkan Karena Masih Proses Lanjut Kuliah. Ungkapnya Dimedia Sosial.
Klip Foto Novianti Untuk Melihat Videonya



(Tim Buser Press)

Rabu, 27 Desember 2017

Ini pernyataan Ketua PWI Soppeng terkait kasus Kepala Sekolah yang hina Wartawan

Foto : Ketua PWI Soppeng, Fas Rachmat Kami.(Doc.Idham Azhari/Red)
Soppeng - Terkait kasus seorang Kepala Sekolah yang menjadi tersangka karena menghina Wartawan mendapat perhatian serius dari Ketua PWI Kabupaten Soppeng, Fas Rachmat Kami.
Rachmat Kami ketika dimintai pernyataannya, Senin (25/12/17), mengatakan bahwa kasus ini harusnya bisa menjadi
pelajaran bagi semua pihak.
“Ini bisa menjadi pembelajaran, bahwa siapa pun anda dan apapun jabatan anda, jangan pernah semena-mena terhadap teman teman Wartawan ini”
“Hati hati dalam berucap dan berbicara, jangan sampai yang anda katakan itu adalah fitnah, dan kepada teman-teman Wartawan lainnya saya harap juga bisa belajar dari kasus ini” ujar Rachmat.
Ditanya mengenai kelanjutan dari kasus ini kedepannya, Ketua PWI Soppeng ini pun menjelaskan lebih rinci.
“Saya sudah mencermati kasusnya baik dari rekaman dan klarifikasi dari kedua teman Wartawan ini dan saya pikir ini memang pantas dilaporkan dan menjadi Delik aduan”
“Kedepannya jika kepala sekolah yang telah menjadi tersangka ini ingin berdamai, kami dari PWI Soppeng pasti memfasilitasi dengan dua teman Wartawan yang telah melaporkannya ini, entah  tersangka ini membuat penyataan maaf ke semua media atau apa pasti kita bantu” jelas Fas Rachmat Kami.
(Syaharuddin B/p)

Selasa, 26 Desember 2017

Kelompok Tani Tak Mematuhi Aturan Beritahu Saya


Soppeng - Kepala Dinas Pertanian kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan (Ir.fajar) Mengatakan bahwa, jika Terjadi Permasalahah Diluar Mengenai Kelompok Tani Yang Tak Mematuhi Aturan, Saya Harap Di Sampaikan Kepada Kami" Agar Dalam Setiap Permasalahan Cepat Terselesaikan. Ungkapnya, Kepada Media ini Saat ditemui diruang Kerjanya Kamis, 14/12/17.

Selain itu Mengenai bantuan bibit cokelat (sambung pucuk), Tidak Ada di Sepanjang Tahun 2016 Sampai Dengan Tahun 2017 Namun Yang Ada Cuma Benih Jagung, Benih Padi Dan Kedelai.

Dalam Hal ini" Kami Berharap  Di Tahun 2018 Mendatang Akan Ada bantuan Disemua jenis bibit maupun benih, agar petani makin sejaterah Sebagaimana Yang Diharapkan Masyarakat Kabupaten soppeng.

Dan Alhamdulillah selama saya menjabat Sebagai Kepala Dinas Pertanian sudah banyak perubahan diinstansi saya khusunya disumber daya manusia,baik sistem kinerja dan kedisiplinan sistem pelayan dsb. Ujarnya.

(Syaharuddin B/p)

Jumat, 22 Desember 2017

MIRIS! Pasutri Kurir Sabu dari Malaysia Bawa Anak Kecil. Lihat Fotonya


Pasangan suami istri (pasutri) yang diduga kurir narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia ditangkap di pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (22/12/2017). Pasutri ini ditemukan membawa sabu seberat 2,3 kilogram (kg).
Sabu yang dikemas dalam 4 paket itu, salah satunya disembunyikan SS (28) di balik celana dalamnya. Modus ini untuk mengelabui petugas.
Yang membuat miris, saat diringkus aparat gabungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel, pasutri itu juga terlihat membawa seorang anak kecil.
Berdasarkan wawancara Pelaksana tugas (Plt) Kasi Intel BNNP Sulawesi Selatan Ipda Ronald, sabu tersebut rencana diedarkan di wiyah Kota Parepare dan sekitarnya.(*)



Narasumber, http://sulsel.pojoksatu.id/read/2017/12/22/miris-pasutri-kurir-sabu-dari-malaysia-bawa-anak-kecil-lihat-fotonya/

Kamis, 21 Desember 2017

Kerugian Kasus Korupsi ADD Bone, Polres Tunggu Pemeriksaan Inspektorat

Kab.Bone - Kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Bone tahun 2016, yang menyeret nama Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sulawesi Selatan, Sri Rahayu Usmi didalami Polres Bone.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, Selasa (19/12/2012). Kasus tersebut diduga melibatkan Sri Rahayu Usmi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.
"Saat ini kasus tersebut masih sementara dalam proses," ungkap AKP Hardjoko kepada Rakyatku.com.

Dari penjelasan Hardjoko, saat ini kasus tersebut masih sementara didalami oleh penyidik Polres Bone. Untuk memastikan jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut, Polres Bone masih menunggu hasil pemeriksaan oleh pihak Inspektorat.
"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat," tambah Hardjoko.


Dari informasi yang dihimpun, terkait dugaan penyalah gunaan ADD 2016 di Kabupaten Bone, ada beberapa desa yang bermasalah. Hanya saja, saat dikonfirmasi lebih jauh terkait pihak-pihak yang telah diperiksa, Hardjoko memilih berkilah dengan alasan sedang ada kegiatan di Jakarta.
"Mohon maaf saya lagi ada kegiatan di Jakarta. Nanti balik saya cek dulu karena tidak ingat satu persatu yang sudah diperiksa," tambahnya.
Diketahui, Polres Bone menerima laporan dari beberapa LSM dan masyarakat terkait penyalahgunaan ADD Bone 2016 yang menjerat Sri Rahayu Usmi. Terkait laporan tersebut, pada Kamis 30 November 2017 lalu Sri Rahayu Usmi telah memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bone.(*)


Nara Sumber, Rakyatku News

Test Footer