Games

BUSER PRESS Media Cetak Dan Online Hukum & Keadilan DITERBITKAN OLEH: Yayasan pers bercahaya BADAN HUKUM: Akta Notaris(AN).No.70 Tgl 02-06-2009.PPN NO.109 Tgl 04-09-2009. ALAMAT REDAKSI: Kantor Pusat : JL.Malino km 5 BTN Mawang Asri Blok AD 2 No.04- GOWA (MAKASSAR)SUL-SEL CONTACK PERSON: 085341490168 Dan Untuk Pasang Iklan Online Hubungi/WhatsApp 083139958999

Kalimantan

Tabrak Lari, Kepala Hancur

MINIM SAKSI: Olah TKP kecelakaan maut di Jalan Jelarai Selor yang menewaskan pengendara sepea motor, MU warga Tanjung Palas.

TANJUNG SELOR   -   Kecelakaan yang terjadi di ruas Jalan Jelarai Selor memakan korban jiwa. MU (43), pengendara motor dengan plat nomor KT 4619 HE dari Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas meninggal sekira pukul 14.30 Wita.
Arus lalu lintas di lokasi kejadian terganggu. Polisi belum menyimpulkan apakah murni kecelakaan tunggal atau ada unsur tabrak lari, mengingat minimnya saksi yang dapat dimintai keterangan lebih lanjut.
Pemilik warung yang tak jauh dari lokasi pada saat kejadian kondisi lalu lintas sepi dan lengang, namun sekilas ia melihat truk berwarna merah melaju kencang.
“Saya memang tidak lihat sama sekali kejadiannya, karena saya sendiri sibuk urus dagangan saya, tahu-tahu ada kedengaran yang jatuh dan ada juga truk yang lewat sekilas warnanya merah,” ungkap pria yang menolak namanya dikorankan ini.
Meski demikian, dirinya tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut, sebab kata dia, hanya itu yang ia ketahui dari peristiwa nahas tersebut, sehingga ia tidak dapat menyimpulkan apakah ditabrak atau korban terjatuh. “Saya tidak lihat pastinya,” sebutnya lagi.
Radar Kaltara (Kaltim Post Group) berusaha menghimpun informasi di lapangan, namun dari beberapa orang yang dijumpai, dikatakan tidak ada yang melihat kejadian tersebut. Seperti halnya penjaga di salah satu perusahaan roda dua yang ada di sekitar lokasi kejadian.
“Saya tidak lihat kejadiannya, sehingga tidak bisa memberikan informasi,” sebutnya.
Sementara itu, Yus (50) salah seorang pengendara yang saat itu hendak menuju arah Tanjung Selor mengaku kenal dengan korban. Korban berprofesi sebagai pendeta.
“Tadi saya ingin ke Tanjung Selor, tapi di lokasi ramai sekali, saya kira razia, sekalinya ada kecelakaan, saya tahu orang ini (korban, Red). Tidak mungkin ini kecelakaan tunggal, apalagi sampai parah begitu kondisinya, saya tahu betul dia kalau naik motor, tidak pernah ngebut,” singkatnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Bulungan AKP Aditya Rochaulia Suharto mengatakan, belum dapat memastikan apakah kecelakaan tersebut merupakan tabrak lari atau kecelakaan tunggal. “Yang jelas ada dua saksi yang kami mintai keterangan,” sebutnya saat dikonfirmasi.
Lanjutnya, belum dapat menyimpulkan keterangan saksi-saksi, mengingat baru ada dua orang dan pihaknya pun masih terus mendalami kasus tersebut.
“Namun informasi yang ada bisa kami jadikan dasar petunjuk, tapi tetap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sekarang (kemarin, Red) kami belum tahu penyebabnya,” tuturnya.
Namun dari olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan jejak pengereman kendaraan beserta darah korban yang berceceran.
“Sebenarnya ini tentu harus didukung keterangan saksi dan orang yang terlibat laka (kalau ada), tapi korban sudah meninggal dunia, maka akan kami cari keterangan dari yang lainnya lagi, apakah memang ada yang terlibat selain korban,” bebernya.
Selain itu kata dia, juga dilakukan razia kendaraan mengingat adanya informasi yang menyebutkan ada kendaraan dengan ciri khas tertentu saat itu, serta melakukan penyekatan jalan-jalan yang ada.
“Kemudian CCTV (closed circuit television) juga akan kita sisir, memang sementara CCTV di salah satu perusahaan otomotif di dekat lokasi belum berfungsi sehingga tidak bisa kami periksa,” uajrnya.
Namun kata dia, pihaknya mengambil alternatif dengan melihat CCTV kediaman Bupati Bulungan yang jaraknya sekira satu kilometer dari lokasi. Pihaknya sudah memanggil operator dari CCTV tersebut.
“Semoga bisa membantu mengungkap dan ada jejak petunjuk, akan kita lihat kendaraan mana yang melintas pada waktu kejadian, kita sesuaikan dengan keterangan saksi yang ada,” pungkasnya.
SATU TRUK LAKA TUNGGAL
Sementara, sekira pukul 16.20 Wita, kecelakaan juga terjadi di Jembatan Sungai Selor, menimpa truk dengan plat nomor KT 8833 HC.
Terlepas dari itu, terkait kecelakaan yang menimpa  truk dengan plat nomor KT 8833 HC yang lokasinya tepat di Jembatan Jelarai, belum dapat diketahui lebih lanjut kejadiannya. Sopir dari truk tersebut selamat dan dilarikan ke rumah sakit.
“Sudah dibawa ke rumah sakit,” ucap Amir (24) ,pengendara motor yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian.
“Tapi yang jelas korban sudah dilarikan ke rumah sakit, saya lihat tadi dia digotong beberapa orang, sepertinya pincang,” ujarnya.
Dari pantauan Radar Kaltara, beberapa petugas dari Satlantas Polres Bulungan sedang mengatur arus lalu lintas yang terganggu, akibat kendaraan yang mengalami kecelakaan belum dipindahkan dari jembatan.
Kondisi kendaraan truk berwarna kuning ringsek bagian depan.


(sny/lim/kpg/cal)

Narasumber, http://balikpapan.prokal.co/read/news/225833-tabrak-lari-kepala-hancur.html




Berusia 3,6 Juta Tahun, Inilah Kerangka Tertua Nenek Moyang Manusia, 90 Persen Tulang Asli dan Utuh

Banjarmasin -Menakjubkan.
Kerja keras para ilmuwan mengumpulkan dan merekonstruksi tulang-tulang fosil selama lebih dari 20 tahun akhirnya sudah dapat diamati masyarakat umum sejak Rabu (6/12/2017) di Hominin Vault, University of the Witwatersrand's Evolutionary Studie, Afrika Selatan.
Rakitan kerangka fosil Australopithecus yang dijuluki "Little Foot" asal Afrika Selatan itu tidak hanya dinobatkan sebagai kerangka tertua dengan usia 3,67 juta tahun, tetapi juga yang terutuh karena masih memiliki 90 persen tulang aslinya. Ia hanya kehilangan bagian telapak kaki, panggul, dan tempurung lutut.
Temuan kerangka lengkap merupakan hal yang sangat langka dan praktis tidak pernah didengar dalam sejarah. Little Foot berhasil mengungguli Lucy yang terkenal dari Afrika Timur.
Lucy diperkirakan berusia 3,2 juta tahun dan kerangka tanpa kepala itu kelengkapannya hanya 40 persen.
"Dalam prosesnya banyak sekali pengalaman pertama. Ini merupakan kerangka pertama yang hampir utuh, lengkap memiliki lengan dan kaki yang utuh. Selain itu, ini merupakan kerangka nenek moyang tertua di Afrika Selatan," kata Ron Clarke, ahli paleoantropologi yang terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari National Geographic, Rabu (6/12/2017).
Kerangka Little Foot pertama kali ditemukan pada 1994 oleh Clarke di Gua Sterkfontein, Afrika Selatan. Pada saat itu, dia baru menemukan empat fragmen kaki saat sedang menggali tulang hewan.
Kemudian, pada Juli 1997, Clarke mengirim tim peneliti ke gua Sterkfontein untuk mencari petunjuk lain. Sejak saat itu, para ilmuwan terus menggali dan mempersiapkan fosil agar sempurna.
Setelah fosil ini diresmikan untuk umum, Clarke bersama pakar internasional yang lain akan segera merilis lebih dari 25 makalah ilmiah terkait Little Foot. Rencananya, semua akan diterbitkan tahun depan.
"Ini adalah salah satu penemuan fosil paling menakjubkan yang dibuat dalam sejarah penelitian asal-usul manusia. Merupakan suatu kehormatan untuk mengungkapkan temuan penting ini," ujar Clarke dalam siaran persnya.(**)

Narasumber, http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/12/07/berusia-36-juta-tahun-inilah-kerangka-tertua-nenek-moyang-manusia-90-persen-tulang-asli-dan-utuh

Test Footer